Test Osteoporosis

 Dear dokters,

Sebenarnya bagaimana test osteoporosis dilakukan?
Karena jumat kemarin kantor saya kedatangan wakil
dari perusahaan suplemen calcium yang melakukan test
kepadatan tulang kepada karyawan. Test itu
dilakukan dengan cara menaruh salah 1 telapak kaki
di alat yang ada layarnya. Kemudian petugas
memasukkan input umur orang yang sedang diukur ke
alat tsb, kemudian keluar hasilnya…. Begitu saja,
hanya dalam hitungan 1 – 3 menit.

Apakah memang benar begini cara melakukan pengukuran
kepadatan tulang?

Terus terang, menurut saya yg awam, hal ini agak
kurang masuk akal saya, masak hanya dengan menaruh
telapak kaki di tempat yang ditentukan, mereka dapat
mengetahui kepadatan tulang seseorang. Dan setelah
itu menyarankan kami untuk membeli produknya,
sebagai tindakan mengatasi penurunan kepadatan
tulang / osteoporosis yang mulai terjadi, dan
memperbanyak makan protein, selain berolahraga.

Hal ini cukup berbahaya bagi orang yang didakwa
menderita osteoporosis, padahal menderita penyakit
lain seperti hipercholesterol, sehingga mendadak
kalap mengkonsumsi protein yang berlawanan dengan
diet kolesterol nya. Karena saya pun didakwa
menderita osteoporosis, padahal pola hidup saya
sangat jauh dari itu, saya berolahraga 4-5 hari
seminggu @ 1 jam (sudah dilakukan selama
bertahun-tahun) , yang didahului dengan jalan kaki
keliling complex ½ jam. Saya juga tidak
mengkonsumsi kopi, sangat mengurangi gula, dan
obat-obat penghilang rasa sakit/pusing/ dll. Selain
itu, saya juga rajin minum supplemen Calcium 1000 mg
dari Wellness. Dan secara umum, saya tidak
mempunyai masalah dengan tulang.

Tolong dokter yang memberi jawabannya, dan
terimakasih sebelumnya.

====================

Metode Test yang mbak sebutkan sepertinya sudah benar,
cuma masalah kalibrasi nya mungkin yang perlu di
verifikasi lebih jauh.

Alat tersebut menggunakan gelombang ultrasonic dimana
“probe” nya di pasang di sebelah kiri dan kanan tumit
kita, respon kerapuhan tulang akan muncul di layar
bilamana gelombang yang dipancarkan melalui tumit kita
diterima kurang dari yang dipancarkan oleh alat
tersebut (kira kira seperti itu bahasa awamnya).

Protein tidak akan menyebabkan hipercholesterol,
kecuali bila sumber protein nya adalah daging sapi,
kambing dan sumber kolesterol lainnya, sebaiknya
gunakan protein bubuk ang merupakan supplement yang
terbaik saat ini.

Olah Raga yang mbak lakukan adalah yang terbaik yang
pernah saya dengar, sayannya penggunakan Supplement
Calcium harus hati hati, karena bilamana Calcium
tersebut adalahproduk sintesis (bukan alami) maka akan
ditolak oleh ginjal dan lever mbak, jadi coba gunakan
produk yang 100% ALAMI, agar bisa diserap oleh
tulang.

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: