Tanya:Tensi rendah

“Rin Pras” <crist_a@…  wrote:

Rekan-rekan milis dan para dokter,
Saya ada problem nich, dibilang mengganggu bisa juga, dibilang
enggak kok mengganggu juga.
Saya ibu rumah tangga, karyawati dengan jam kerja 07.30 s/d 17.00,
dengan putra cowok semua usia 13, 9, 5 tahun. Saya sering sekali
mengalami tensi drop, sekitar 80/60; kadang 90/60 dst. Pernah konsul
ke dokter umum, hanya disarankan makan yang benar dan tidak boleh
diet. Saya disuruh makan yang banyak, minum susu dsb. Tetapi tensinya
masih juga begitu, malah berat badannya yang naik. Kemudian saya
konsul ke dokter yang lain, dokter bilang”tensi rendah merupakan sudah
bakatnya, karena usia (saya 42thn) dan kelelahan. Perlu diketahui
setelah saya sampai di rumah sepulang kerja , maka acaranya ngurus
anak2.Nungguin belajar,dll.
Gimana ya menaggulanginya, adakah obat/vit atau apa untuk menolong
kalau saya pas tensinya drop, karena kadang2 sampai kepala rasanya
memar kaya habis kena getok., dan semua yagn saya lihat rasanya muter.
Terimakasih.

=======================

Ibu Rin yang baik,

anjuran dokter untuk pola makan yang benar dan tidak boleh diet memang
benar. Dan bisa jadi juga ibu Rin punya bakat darah rendah, karena
memang ada orang-orang yang memiliki “bakat” yang sama dan sulit untuk
menaikkan tekanan darah. Selain itu karena aktivitas harian ibu juga
cukup menguras tenaga yang membuat ibu lebih mudah kelelahan.

Yang perlu diingat adalah, kalaupun memang ingin menambah asupan
makan, ibu tetap harus hindari makanan berkolesterol tinggi seperti
jeroan, otak, daging berlemak. Memang kolesterol bisa meningkatkan
tekanan darah, tapi tingginya tekanan darah tersebut juga bukan hal
yang baik, karena kolesterol bisa menempel di pembuluh darah dan
lama-lama membentuk plak sehingga pembuluh darah menjadi mengeras.
Akibatnya resiko terkena stroke dan serangan jantung akan meningkat.
Jika ibu tidak ada riwayat rematik, ibu boleh mengkonsumsi
sayur-sayuran ataupun daging yang mengandung banyak zat besi, seperti
bayam, brokoli, dan daging merah tanpa lemak.

Saran saya, ibu memecah jadwal makan menjadi -misalnya- 6 kali dengan
porsi kecil-sedang. Misalnya, jam 7 pagi sebelum berangkat ibu sarapan
dengan segelas susu dan setangkup roti isi selai atau coklat mesyes,
jam 10 dikantor ibu minum teh manis yang tidak terlalu banyak gula,
dan ngemil buah (misalnya apel atau jeruk), atau boleh juga ibu ngemil
biskuit marie, tidak usah banyak-banyak, 2 keping saja cukup, yg
penting ibu tidak sempat untuk merasa lapar. Siangnya ibu makan siang
seperti biasa, paling lambat jam 1 siang, jangan ditunda-tunda. Jam 3
atau jam 4 sore, ibu ngemil lagi, bisa buah atau biskuit lagi, dan teh
manis ataupun sirup yang tidak terlalu manis. Jam 7 malam, ibu makan
malam seperti biasa, jangan sampai telat (paling telat ya jam 7
malam). Jam sembilan atau jam 10, ibu minum segelas susu hangat.

Untuk suplemen, saat ini sudah ada suplemen penambah darah yang dijual
bebas, misalnya Sangobion, atau Sakatonik Liver. Ibu boleh
mengkonsumsinya asalkan dosisnya tepat, tidak berlebihan.

Dengan menjaga jarak makan dan tidak pernah membiarkan perut kosong
terlalu lama, kadar gula dalam darah ibu Rin akan terus terjaga, jadi
walaupun tekanannya memang rendah, setidaknya tidak sampai drop (jadi
pusing atau kepala seperti kena hantam).

Semoga bisa membantu ibu.

salam,

mia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: