Tanya Hasil cek laboratorium Hepatitis B

Tanya Hasil cek laboratorium

jd pengobatan yg dilakukan u hepatitis B ini adalah dgn obat apa? kl pada
wanita yg sedang hamil bgmn? kebetulan istri sdh cek dan
utk keterangan HBsAg adlh positf..apakah ini berbahaya bagi si ibu & bayi
nya?mohon info

Arif

=============

Pak Arief…

Tindak pengobatan untuk hepatitis B dilakukan bila penderita yang memang mengidap gejala hepatitis, atau yang biasa masyarakat awam sebut dengan penyakit kuning. Gejalanya antara lain; badan tampak kekuningan– dimulai dari selaput mata putih (Sklera) sampai seluruh tubuh (bila memberat), selera makan hilang, badan lemas, muntah dan mual, kadang disertai demam ringan. Tapi, tindak pengobatannya pun hanya bertujuan untuk mengurangi gejalanya, bukan untuk membasmi virus Hepatitis ini. Beberapa antivirus telah ditemukan dan pernah dicobakan untuk mengobati kasus hepatitis, tapi ternyata efek samping dan budget yang terlalu besar melebihi efek terapi yang diinginkan membuat beberapa literatur tidak menganjurkan hal ini.

Dalam kasus hasil HBsAg positif, ini tidak berarti anda sedang menderita hepatitis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, positifnya pemeriksaan ini berarti di dalam tubuh anda sudah hidup virus hepatitis. Tapi, selama tidak muncul gejala penyakit kuning seperti yang dijelaskan diatas, berarti anda belum menderita hepatitis. Banyak orang yang positif HBsAg-nya tapi tidak jatuh menjadi penderita hepatitis sampai akhir hidupnya. Jadi, tidak perlu terlalu kuatir, tetap mesti jaga kondisi badan, terapkan pola hidup sehat, olahraga dan cek up rutin ke dokter langganan.

Ada pemeriksaan lain yang bisa dilakukan bagi yang HBsAg-nya positif, yaitu HBeAg (Hepatitis B envelope-Antigen) . Dengan mendeteksi HBeAg, kita bisa tahu kondisi virus dalam tubuh kita ini apakah sedang aktif atau pasif. Kalau positif, berarti virusnya sedang aktif bertumbuh dan potensial untuk menyebabkan seseorang menderita hepatitis. Kalau negatif, berarti kondisi virusnya sedang pasif, tidak aktif bertumbuh. Pemeriksaan ini berguna untuk memutuskan perlu tidaknya pemberian vaksinasi.

Untuk istri Pak Arief, saya sarankan untuk melakukan pemeriksaan ini, sekedar mencari tahu kondisi virus yang sedang bersarang di dalam tubuh istri anda. Soal penyebarannya, memang virus ini menyebar lewat pertukaran cauran tubuh, seperti liur, lendir, darah, dsb. Jadi, kemungkinan besar akan menular ke bayi yang sedang dikandung. Tapi, beberapa teori mengemukakan bahwa terdapat proteksi parsial terhadap janin yang sedang dikandung, sehingga pemberian imunisasi hepatitis pada bayi yang baru dilahirkan dari ibu yang positif HBsAg sangat dianjurkan. Sebagai suami, semestinya Pak Arief juga memeriksakan diri, karena proses penularannya juga bisa melalui hubungan sex. Seandainya hasilnya HBsAg masih negatif dan AntiHBs titernya <100, berarti anda harus divaksinasi untuk mencegah tertular hepatitis B.

Sekian,
Husen.
===============

Tanya Hasil cek laboratorium

Mbak Witari yang baik…

GPT adalah salah satu enzim yang dihasilkan di hati, dan bisa dijadikan
indicator baik tidaknya fungsi hati. Akan tetapi enzim ini tidak hanya
dihasilkan di hati saja, di tempat lain seperti otot, juga menghasilkan
enzim yang sama. Ini berarti pemeriksaan ini tidak terlalu spesifik
untuk mengabarkan kondisi hati yang sebenarnya. Dari hasil pemeriksaan
yang ada, tampak kalau nilai GPT anda masih dibawah nilai rujukan (<34).
Ini berarti kadar enzim GPT yang ditemukan dari sample darah anda yang
diambil di laboratorium belum menunjukkan peningkatan, dengan kata lain,
saat ini kadarnya masih dalam batas normal.

HBsAg (Hepatitis B surface-Antigen) adalah salah satu pemeriksaan yang
digunakan untuk mengetahui ada tidaknya virus hepatitis B di dalam
darah. Dari hasil pemeriksaan anda, ternyata hasilnya non-reaktif,
artinya pada saat sample darah anda diambil tidak ditemukan jejak virus
ini di dalam tubuh anda, artinya untuk saat ini bisa dikatakan anda
tidak terinfeksi hepatitis B.

Yang patut dipertimbangkan adalah pemeriksaan Anti HBs. Pemeriksaan ini
untuk mengetahui ada tidaknya antibody/kekebalan tubuh terhadap
Hepatitis B. Karena, walaupun sekarang anda terbukti tidak terinfeksi,
bukan berarti besok sama. Dengan pemeriksaan ini kita bisa mengetahui
derajat kekebalan tubuh kita terhadap infeksi virus Hepatitis B. Bila
hasil pemeriksaan titernya < 100, berarti system kekebalan anda masih
kurang dan perlu dibooster (ditambah) dengan vaksinasi. Kalau titernya >
100, berarti system kekebalannya cukup tangguh untuk melawan virus ini
dan tidak perlu lagi di-boost.

Salam,

Husen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: