Berguru pada Anjing, Komputer, Mobil, Manusia & Kompatiologi

Ditulis oleh: Vincent Liong / Liong Vincent Christian
Tempat,Hari& Tanggal: Jakarta, Minggu, 2 September 2007

Berguru pada Anjing…

Anjing. Binatang itu bagi saya memiliki sistem
pengambilan keputusan yang sederhana tetapi
menyeluruh. Sejak menulis buku saya pertama berjudul
‘Berlindung di Bawah Payung’ (Penerbit Grasindo 2001)
saya suka mempelajari dan menulis tentang Anjing Tekel
peliharaan saya ‘Blacky’ yang tinggal bersama saya
sekamar hingga sekarang.

Hal yang menarik dari Anjing adalah anjing itu pola
komunikasinya lebih sederhana yaitu komunikasi yang
sifatnya dua dimensi: Approve >< cekung –nya lensa mata.
Hal ini sifatnya adalah keterampilan alamiah bukan
menguasai birokrasi tertentu atau tidak. Pada akhirnya
manusia tidak bisa menggantungkan dirinya pada satu
bidang spesialisasi saja yang dipelajari birokrasi
ilmunya, melainkan menjalankan kehidupannya sendiri
dengan berhadapan berbagai macam bidang yang tidak
bisa diambil ijasahnya dengan cara sekolah satu demi
satu. Dalam hal ini akhirnya manusia itu kembali ke
ilmu kira-kira.

Berguru pada ilmu Kompatiologi. ..

Kompatiologi mengajari manusia untuk mensistematisasi
fungsi tekhnis alat ukur (sampler) dan translaternya
(birokrasi atas ilmu) sehingga si manusia tidak
terikat pada satu jenis alat translater (birokrasi
atas ilmu) saja, sehingga bisa berpindah-pindah alat
translater sesuai kebutuhan dan kepentingannya di
bidang tertentu saat itu yang bisa berbeda di waktu
yang lain. Pada akhirnya sebuah birokrasi ilmu
hanyalah satu titik diantara tabel alat ukur yang
memiliki posisi tertentu terhadap birokrasi ilmu yang
lain. Dengan mengetahui posisi tsb maka anda tahu
ilmunya, karena anda bisa mengkondisikan diri anda di
posisi tsb tanpa perlu sekolah di bidang tertentu tsb
hingga mendapat ijasah, asal tahu variabel,
kepentingan, dlsb dan hubungannya satu sama lain.

Kompatiologi membuat hidup kembali ke ke yang awal
yaitu: yang simple. Hidup itu sebenarnya simple, Cuma
dibuat rumit sama orangnya sendiri. Setelah menguasai
benar yang rumit (menguasai birokrasi ilmunya) pada
akhirnya manusia itu pun kembali ke awal yaitu: yang
simple.

Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Minggu, 2 September 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: