Seks Pranikah

* dari 100 Pelajar DKI Lakukan Seks Pranikah
DEPOK, WARTA KOTA- Lima dari seratus pelajar setingkat SMA di Jakarta
melakukan seks pranikah.  Pola pacaran yang dilakukan antara lain mulai
berciuman bibir, meraba-raba dada, menggesekkan alat kelamin (petting)
hingga berhubungan seks. Perilaku seks pranikah itu pun erat kaitannya
dengan penggunaan narkoba di kalangan para remaja. Tujuh dari 100
pelajar SMA pernah memakai narkoba.
Hal itu dikemukakan oleh Rita Damayanti yang kemarin menyampaikan hasil
penelitiannya untuk meraih gelar doktor pada Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Dia meneliti 8.941 pelajar dari 119
SMA/sederajat di Jakarta .
Menurutnya, perilaku seks pranikah itu cenderung dilakukan karena
pengaruh teman sebaya yang negatif. Apalagi bila remaja itu bertumbuh dan
berkembang dalam lingkungan keluarga yang kurang sensitif terhadap
remaja. Selain itu, lingkungan negatif juga akan membentuk remaja yang tidak
punya proteksi terhadap perilaku orang-orang di sekelilingnya.
Bahkan, remaja yang merasa bebas dan tidak terkekang, ternyata lebih
mudah jatuh pada perilaku antara, yaitu merokok dan alkohol.
Ujung-ujungnya dari perilaku antara itu, pelajar akan berperilaku negatif seperti
mengonsumsi narkoba dan melakukan seks pranikah.
Untuk menangani masalah tersebut, Rita menyarankan sekolah agar
memberikan informasi yang intensif kepada siswanya tentang kesehatan
reproduksi. Selain itu, kegiatan yang dilakukan remaja harus terus dipantau dan
dibimbing orangtua. Remaja yang bertanggung jawab dan paham dengan
tujuan hidupnya, juga bisa tergelincir pada pertemanan negatif.  “Back to
basic, cintai anak-anak, beri perhatian yang cukup, dan penuhi kebutuhan
psikologisnya. Pola asuh yang positif akan membentuk anak-anak menjadi
lebih tangguh,” ucapnya.
Dalam penelitiannya,  Damayanti menyebutkan bahwa  berpacaran sebagai
proses perkembangan kepribadian seorang remaja karena ketertarikan
antarlawan jenis. Namun, dalam perkembangan budaya justru cenderung permisif
terhadap gaya pacaran remaja. Akibatnya, para remaja cenderung
melakukan hubungan seks pranikah.
Berdasarkan penelitiannya, perilaku remaja laki-laki dan perempuan
hingga cium bibir masih sama. Akan tetapi, perilaku laki-laki menjadi lebih
agresif dibandingkan remaja perempuan mulai dari tingkatan meraba dada.
Seks pranikah yang dilakukan remaja laki-laki pun dua kali lebih banyak
dibandingkan remaja perempuan. (tan)

PERILAKU PACARAN REMAJA SLTA DI JAKARTA*
Perilaku Pola Pacaran| Perempuan| Laki-Laki| Total
(%)           (%)         (%)
Ngobrol, Curhat         97,1         94,5          95,7
Pegangan tangan       70,5         65,8          67,9
Berangkulan              49,8         48,3          49,0
Berpelukan                37,3          38,6         38,0
Berciuman pipi           43,2         38,1          40,4
Berciuman bibir          27,0         31,8          20,5
Meraba-raba dada       5,8          20,3          13,5
Meraba alat kelamin    3,1          10,9            7,2
Menggesek kelamin    2,2            6,5            4,5
Melakukan seks oral    1,8            4,5            3,3
Hubungan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: