Ketika Tuhan bilang tidak…….

Ketika manusia berdo’a, “Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.”
Tuhan berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus
menyerahkannya.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku
yang cacat.”
Tuhan berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah
sementara.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Tuhan beri aku kesabaran.”
Tuhan berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam
menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.”
Tuhan berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung
kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.”
Tuhan berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi
dan mendekatkanmu pada-Ku.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Tuhan beri aku segala hal yang
menjadikan hidup ini nikmat.” Tuhan berkata, “Tidak. Aku beri kau
kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain,
Sebesar cinta-Mu padaku. Tuhan berkata… “Akhirnya kau
mengerti .!!”

Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah
payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi
tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran
telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali, sementara orang lain
dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi
justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai,
berakhir
dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah bergante
pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang
terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang
demam dan pilek lalu kita melihat tukang es.

Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum
es dapat mengobati rasa demam
(maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti
kita berdoa
memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita
tentu
lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan
segala
dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh
dulu
baru boleh minum es yang lezat itu. Begitu pula dengan Tuhan, segala
yang
kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita.

Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan
mengabulkannya.

Karena tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.

Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”….
dan terus berdoa

~ Do The Best As U Can ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: