BE POSITIVE

Kita sering mengatakan, “Ayo berpikir positif dong!”, atau mungkin
kita senang melihat orang yang mampu bersikap positif, atau tak
kalah seringnya kita mendapat nasehat agar bisa menjadi positif.
Tapi apakah bersikap positif itu? Apa saja ciri-ciri orang yang
bersikap positif? Bagaimana kita mengetahui bahwa kita telah
bersikap positif? Apakah bersikap positif itu bisa dipelajari?
Apakah semacam seni tertentu? Apa bedanya dari bersikap negatif?

Ternyata tidak mudah menjawab semua pertanyaan di atas. Tak jarang
kita hanya sekedar berkata, “Bersikap positif itu seperti itu lho,
kamu tahu sendiri deh.” Tentu bukan itu jawaban yang ingin kita
dengar. Kita ingin tahu batasan-batasannya agar kita pun dapat
bersikap positif.

Tak pelak lagi hampir semua dari kita sepakat bahwa bersikap
positif adalah kebutuhan bagi kehidupan diri kita sendiri, team
kerja, keluarga dan masyakarat. Kita ingin belajar bagaimana dapat
bersikap positif. Kita juga ingin bisa memetik hasil dari bersikap
positif.

Oleh karena itu, Mari kita sama-sama belajar dan menjadikan “Be
Positive” sebagai motto kita dalam setiap kesempatan.

#1. Pendahuluan

– Tunjukkan pada beberapa orang sebuah gelas yang terisi air
separuh, maka beberapa di antara mereka akan adanya yang mengatakan
bahwa gelas itu setengah penuh, dan beberapa orang lain akan
mengatakannya setengah kosong.

– Bila dalam suatu rapat seseorang mengemukakan gagasan yang
cemerlang dan inovatif, maka kita dapat melihat bahwa sebagian
peserta rapat ada yang membahas mengenai keuntungan gagasan itu,
dan sebagian peserta rapat akan berusaha sedapat mungkin
menggagalkan pelaksanaan gagasan itu.

– Tanyailah orang-orang yang bekerja sebagai petugas pemasaran
mengenai apa pendapat mereka tentang pelanggan yang mereka
kunjungi, maka ada sebagian yang memberikan jawaban sinis serta
tidak enak didengar seolah-olah para pelanggan lebih sering
menyulitkan mereka.

Dari tiga perumpamaan di atas terlihat ada kesamaan umum di antara
mereka yang melihat gelas sebagai setengah penuh, mereka yang lebih
melihat tantangan ketimbang kesulitan, dan mereka yang sepenuh hati
ingin memberikan layanan terbaik pada pelanggannya. Kesamaan mereka
adalah, sikap positif.

Mari kita perhatikan berbagai kecakapan yang diperlukan agar kita
dapat menjadi seorang manajer yang baik; yaitu, kecakapan
berkomunikasi, mengelola waktu, memotivasi, membuat rencana,
mendelegasikan wewenang, kepemimpinan, membuat keputusan,
negosiasi, dan masih banyak hal lain. Setiap kecakapan itu hanya
akan berhasil bisa sungguh-sungguh berlandaskan pada sikap positif.
Sikap positif merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan
manajemen di abad 20 ini.

Bila anda sedang bekerja dalam suatu perusahaan yang sedang
membenahi dan mengembangkan diri, maka semua sektor, mulai dari
manajer, supervisor dan staff akan merasakan beban tanggung jawab
yang lebih berat, pekerjaan lebih banyak, keputusan lebih sulit.
Untuk mengatasi semua ini anda membutuhkan sikap positif untuk
menanganinya. Jika anda mau bersikap positif, maka anda
tidak punya waktu lagi untuk bersikap negatif.

Barangkali anda berkata, “Tetapi saya tidak punya bakat untuk
bersikap positif”. Jangan khawatir. Anda dapat belajar untuk
menjadi lebih positif sama seperti anda belajar berkomunikasi,
mengelola waktu, memotivasi dan berbagai kecapakan manajerial lain.
Kita dapat mempelajari apa sebenanrya bersikap positif, bagaimana
hal itu dapat dicapai, dan bagaimana sikap positif dapat diterapkan
dalam berbagai situasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: