Kisah Shamila

Dulu pernah ada teman bertanya padaku
“Seandainya engkau meninggal hari ini kemudian Tuhan
bertanya kepada kamu: ‘Mengapa Aku harus mengijinkan
engkau masuk surgaku ?'”
Kira-kira jawabannya apa ya ?
Ada yg menjawab karena aku telah berbuat baik.
Kemudian kalau dipikir lagi, perbuatan baik apa yg bisa
kita lakukan ?
Kalau kita berbuat baik untuk mendapat surga, apakah itu
berbuat baik ?
Kalau kita memberi sesorang 500 rupiah untuk mengharap
imbalan 1 milyar, apakah itu perbuatan baik ?
Kira-kira standar Tuhan masuk surga apa ya , agak baik,
setengah baik, atau mutlak baik ?
Standar Tuhan adalah sempurna, mutlak baik.
Kalau dipikir lagi, bisa nggak ya, manusia ciptaan Tuhan
bisa memenuhi standar Tuhan yang sempurna ?
Sepertinya manusia tidak akan ada yg dapat memenuhi
standar Tuhan yang suci dan sempurna itu. Terus bagaimana?
Sebenarnya surga itu diberikan Tuhan secara cuma-cuma
kepada manusia.
Surga diberikan bukan karena usaha manusia.
Tetapi tidak semua manusia mendapatkan surga itu, mengapa
? Karena dosa.
Apakah itu dosa ? Dosa itu berbuat jahat, ini betul.
Tidak berbuat baik itu dosa juga lho. Misal ada anak kecil
yg tergelincir, dan kita tidak menolong itu juga dosa.
So kalau seperti ini, dosa manusia bisa banyak sekali.
Misal ada orang yg baik sekali, karena dia baik sekali
maka dosanya hanya 3 x sehari.
1 bulan berarti ada 90 dosa, dibulatkan menjadi 100
1 tahun berati ada 1200 dosa dibulatkan menjadi 1000 Andai
umur manusia 70 tahun, berarti ada 70.000 dosa.
Sehingga manusia yg baik sekali ada 70.000 dosa , bisa
masuk surga nggak ya ?
Kalau demikian harus ada cara lain supaya manusia bisa
selamat dari neraka, dan untunglah ada cara Tuhan.
Apakah sifat Tuhan itu ?
Tuhan itu maha besar, betul.
Tuhan maha adil, betul.
Tuhan maha pengasih, betul
Kadang-kadang orang berpikir kasih Tuhan itu seperti
seorang kakek kepada cucunya.
Cucunya mecahin piring, oh gak apa-apa cu, cucunya
merusakkan lemari es, gak apa-apa cu, eh cucu lucu.
Atau kadang-kadang orang berpikir Tuhan itu seperti
polisi, sedikit salah menghukum, sedikit salah lagi
menghukum.
Sebenarnya Tuhan itu adil dan kasih.
Dulu ada penglima pasukan di Rusia namanya Shamila.
Karena pemerintahan kaisar waktu itu sangat otoriter maka
dia bersama pasukannya lari ke padang gurun untuk
melakukan konsolidasi melawan kaisar.
Karena ada di padang gurun maka semua makanan harus
dihemat supaya seluruh pasukan bisa bertahan hidup.
Suatu ketika ada laporan bahwa sekarung beras telah hilang
Shamila marah, ia memberi peringatan kepada seluruh
pasukannya “Siapa yang mencuri beras akan dihukum cambuk
50 kali”
Hari berikutnya ada sekarung beras lagi yang hilang.
Shamila sangat marah kemudian dia memerintahkan pasukannya
“Siapapun yang mencurinya, tidak peduli pria atau wanita,
muda atau tua harus dihukum cambuk 50 kali.”
Shamila kemudian memerintahkan pasukan untuk mencari
pencurinya.
Beberapa saat kemudian anak buahnya datang : “Panglima ada
kabar baik, pencurinya sudah ketemu”.
Shamila menjawab : “Bagus”
Anak buahnya menjawab lagi : “Tetapi ada berita buruknya,
Panglima”.
Shamilla menjawab lagi: “Apa itu ?”
Anak buahnya menjawab lagi: “Yang mencuri adalah ibu
Panglima”.
Shamila terdiam, dia bingung, ibunya sudah lanjut usia,
kalau diberi hukuman, jangankan 50 kali cambukan, 2 kali
cambukan saja ibunya pasti meninggal.
Tapi kalau tidak dihukum, ia tidak adil.
Akhirnya Shamilla berkata : “Keputusan ditunda besuk pagi”
Semalaman ia berpikir keras bagaimana mengambil keputusan.
Seluruh pasukan juga bingung, ada yg tidak tega kalau
ibunya dihukum, ada yg bersikeras yang bersalah harus
dihukum.
Akhirnya pagi hari tiba.
Seluruh anggota pasukan berkumpul.
Semua mata menatap kepada Shamilla menanti keputusan yang
akan diambil Shamila maju dan berkata : “Seperti yang
sudah ditetapkan yang mencuri beras harus dihukum cambuk
50 kali. Pasukan, bawa pencurinya ke depan”.
Kemudian pencurinya yang juga ibunya dibawa ke depan.
Shamilla berkata “Segera laksanakan hukum cambuk 50 kali”.
Sesaat sebelum algojo menjalankan cambukan yang pertama,
Shamilla berkata:”Stop”.
Kemudian dia berkata kepada ibunya: “Ibu, aku menyayangi
ibu, tapi keadilan harus ditegakkan.Harus ada hukuman
untuk suatu pelanggaran.”
Tiba tiba ia memeluk ibunya dan berkata : “Ibu, aku
menyayangi ibu, aku yang akan menggantikan ibu menerima
hukuman ini. Ibu jangan mencuri lagi ya”.
Kemudian dia membawa ibunya ke pinggir.
Shamilla berkata kepada algojo : “Algojo cambuk aku 50
kali”.
Kemudian Shamilla dihukum cambuk 50 kali.
Dengan demikian Shamilla sebagai pemimpin mempunyai kasih
dan sekaligus menjalankan keadilan.
Itulah yang dilakukan Tuhan kepada manusia.
Setiap manusia pasti akan mendapatkan hukuman karena
dosanya.
– From Henlia erpsoft –
***************************************************************
Tahukah Anda.
Anda tentu sering mendengar istilah ‘Kotak Pandora’ yang banyak
dipakai dalam artikel atau tulisan.
Siapakah ‘Pandora’ itu ?
Pandora ada dalam mitologi Yunani, seorang wanita cantik dan
merupakan wanita pertama di bumi. Pandora ditakdirkan sebagai
makhluk yang curang, dewa memberikan dia sebuah kotak untuk
dijaga jangan sampai dibuka, namun sayangnya Pandora membuka-
nya sehingga seluruh setan dan keburukan/kesengsaraan dunia
terlepas. Namun ada sifat positif yang ikut terlepas yaitu :
Harapan.
Maka tidaklah heran frasa ‘Kotak Pandora’ biasanya dianalogi-
kan dengan sesuatu yang disembunyikan namun ketika terbuka
atau meledak menimbulkan chaos, kesengsaraan, kepedihan,
kebusukan etc.
***************************************************************
Kata Bijak Hari Ini.
“ Kita berbicara jujur hanya kepada diri kita sendiri, tetapi
kadang-kadang kita berbicara cukup keras agar orang lain bisa
mendengarnya. ”
(Kahlil Gibran)
***************************************************************

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: