MEMILIH PELUMAS YANG BAIK DAN BENAR …?

Pelumas adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan
menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda,
merupakan langkah tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan
agar tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan.

Umum beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin.
Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara
lain sebagai; Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup
Celah pada Dinding Mesin.

Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan; sebagai Pelumas,
Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih
halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal.
Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas
ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain
mesin yang lebih dingin.

Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume
maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran
akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban
kerja bagi pompa oli.

Oleh sebab itu, peruntukkan bagi mesin kendaraan Baru (dan/atau
relatif Baru berumur dibawah 3 tahun) direkomendasikan untuk
menggunakan oli dengan tingkat kekentalan minimum SAE10W. Sebab
seluruh komponen mesin baru (dengan teknologi terakhir) memiliki
lubang atau celah dinding yang sangat kecil, sehingga akan sulit
dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.

Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada
dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus
mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam
waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam
pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar
terbuang saat pergantian oli.

SPESIFIKASI OLI

Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tidak semestinya membuat bingung.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan Acuan; antara lain, kenali
karakter kendaraan anda (spesifikasi mesin serta lingkungan dimana
mayoritas anda berkendara (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).

Tingkat kekentalan oli yang juga disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah
ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur
tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal
Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of
Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya,
menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50,
semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin
kentalnya oli tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan
singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki
tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada
kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan
perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.
Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja
pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum
Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL,
kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua
mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin
baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai
dengan kebutuhan mesin modern.

§ SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)
§ SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)
§ SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)

Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin
bensin, atau diesel (2 tak atau 4 tak), peralatan industri, dan
sebagainya. Untuk memilih kualitas pelumas yang cocok, kita dapat
mengacu pada API Service (American Petroleum Institute), JASO (Japan
Automotive Standard Association), ACEA (Association Des Constructeurs
Europeens d’ Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm), dan
lain-lain yaitu acuan untuk kerja (performance) pelumas berdasarkan
standar yang dikeluarkan oleh lembaga independen industri pelumas
international.

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya.
Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli
synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO
(PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama
dengan oli Synthetic API SL.

Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru
(turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan
yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih
kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan
mengalir sempurna. Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang
berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat
besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya
menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut
terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.

Berikut beberapa keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :

§ Lebih stabil pada temperatur tinggi
§ Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
§ Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
§ Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan
antar logam yang berakibat kerusakan mesin
§ Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama
sehingga lebih ekonomis dan efisien
§ Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih
dingin § Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin
dari kerak

Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah
menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran
dengan
mineral oil) atau fully-synthetic.

Note: Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.

Oli untuk motor sampai saat ini belum dapat informasinya yang sudah
API SL.
Oli motor synthetic hampir semuanya baru SJ, kalo mineral mungkin baru
SG/SH.

Mineral Oil :
§ Sprinta 2000 : SAE 20W-50, API SG
§ Evalube 4T : SAE 20W-50, API SF
§ Mesran Super : SAE 20W-50, API SG
§ Enduro 4T : SAE 20W-50, API SG
§ Penzoil Motorcycle 4T : SAE 20W-50, API SF

Oli yang bagus (biasanya synthetic) mampu memberikan lapisan film
tipis yang pada komponen metal yang bergerak yang mana berguna untuk
mengurangi gesekan komponen metal sehingga suara mesin jadi lebih
halus dan tarikan lebih mantap.

Pada intinya milih oli hampir sama dengan milih bini (cocok2an) tapi
ada garis besarnya yang bisa di-ikuti :
§ Disarankan jangan menggunakan oli untuk mobil ke motor anda sebab ada
bahan di-oli mobil yang harus dikurangi bahkan dihilangkan tetapi di motor
harus agak banyak untuk meredam gesekan karena putaran mesin motor
lebih tinggi dan lebih berat kerjanya.

§ Motor tahun 2001 keatas disarankan menggunakan Oli API SG keatas
misal API
SH/SJ atau SL. SAE bisa 20w50 atau 10w40. Usahakan yang Semi Sintetik
karena lebih licin sehingga bisa masuk kecelah2 metal mesin yang
sempit dan tahan oksidasi sehingga kualitas oli tidak gampang rusak
dan mesin jadi lebih bersih dan tentunya tarikan jadi lebih mantap.

Disarankan juga untuk menggunakan Pelumas yang memiliki dan
mencantumkan Nomor Pelumas Terdaftar Untuk melindungi kepentingan
masyarakat atas mutu pelumas yang beredar di dalam negeri pelumas
sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
1693.K/34/MEM/2001 tanggal 22 Juni 2002. Pelumas yang memiliki NPT
adalah pelumas yang telah memenuhi persyaratan administratif dan
teknis serta lulus uji laboraturium terakreditasi yang ditunjuk oleh
Direktorat Jenderal MIGAS. NPT dapat diidentifikasikan dengan 12 digit
huruf dan angka Contoh : DEPTAMBEN RI NPT : AB25E4110199 atau DESDM RI
NPT : AC66E1054104.

MITOS

Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas,
menyebabkan timbulnya banyak mitos di masyarakat. Sebagai contoh, saat
mengganti oli mesin … oli bekas berwarna hitam … sering dianggap
oli berkualitas buruk.

Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli
telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran
akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya
dinding mesin akan terbebas dari kerak.

Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun
waktu yang sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu
menandakan kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin
sehingga oli cepat teroksidasi.

Kita jangan bingung2, pake aja oli yang bagus (mungkin harus 2-4 kali
coba baru dapet, kayak pacaran aja kalau cocok jadi bini).
Kalau dilihat dibuku petunjuk motor hampir tidak disebutkan merk oli
dan yang disebutkan hanya API SG 20w50 atau yang lebih baik. Jadi
kalau anda pakai oli yang lebih baik kenapa takut garansi batal? Coba
tanya ke staff AHASS hal ini, apa jawaban mereka?

Untuk mencoba oli baru bisa ikuti prosedur berikut :
§ Sebelum ganti oli, coba bersihkan saluran bahan bakar dan kerak yang
mungkin ada di mesin. Tidak usah bingung, bisa pakai carburator
cleaner yang
dituang ke tangki misal merk STP. Lakukan tiga hari sebelum ganti oli dan
motor dipakai seperti biasa dan kalau bisa kecepatan agak tinggi, ini
untuk
membersihkan saluran bahan bakar dan endapan karbon.
§ Ganti oli dengan oli baru yang sesuai (jangan lupa ada JASO MA) termasuk
filter olinya. Lakukan penggantian oli pada kondisi mesin panas agar oli
lama keluar semua.
§ Coba deh pakai selama seminggu ada perubahan yang enak gak? kalau nggak
berarti olinya tidak cocok. Perubahannya : – Suara mesin jadi lebih halus,
tarikan lebih ringan, tenaga lebih mantap.

Oli merk apapun kalau sudah mendapat sertifikasi API (SG/SH/SJ/SL) dan
JASO
MA berarti oli itu sudah memenuhi standar baku yang cukup bagus dan
memenuhi semua unsur yang diperlukan oleh mesin. Masalahnya banyak oli
di Indonesia tidak ada ada sertifikasi tersebut. Coba lihat kemasan
oli anda, kalau tidak ada sertifikasi tersebut apakah anda rela mesin
anda menderita sengsara dan akhirnya turun mesin bahkan ganti mesin?

Berikut contoh Jenis-jenis Oli yang umum dipakai dan peredarannya mudah
didapat di bengkel-bengkel resmi penyalur oli:

Oli Repsol:
§ Repsol Moto Racing 4T 10W50 Semi Synthetic Oil
Sertifikasi: API SJ; JASO MA
§ Repsol Moto 4T 15W50 Mineral Oil
§ Repsol Moto Sintético 4T 10W40 Semi Synthetic Oil
Sertifikasi: API SG; JASO MA; Honda Specs.

Oli Shell 4T:
§ Shell Advance S4 SAE 10W-40, 15W-40, 20W-40, 20W-50, SAE 40 Mineral oil
Sertifikasi:
API SF; belum JASO MA menurut Shell Singapore
()
API SL; JASO MA menurut Shell USA
()
§ Shell Advance SX4 SAE 10W-40, 15W-40, 15W-50 20W-50 Mineral oil
§ Shell Advance VSX4 SAE 10W-40, 15W-50, 20W-40 Semi Synthetic oil
Sertifikasi: API SL – JASO MA
§ Shell Advance Ultra 4 SAE 10W-40, 15W-50 Synthetic oil
Sertifikasi:
API SG menurut Shell Singapore
API SL – JASO MA menurut Shell USA

Rasanya untuk produk oli import musti cek kemasannya sebab walaupun
kemasannya sama tapi sertifikasi beda. Jadi yang disana beli 35.000 kok
disini murah cuman 25.000 ternyata beda sertifikasi. Waspadalah…!

Oli Top1 :
§ SMO-MC SAE 20W-50 Semi Synthetic
Sertifikasi: API..??
§ EVOLUTION SAE 15W-50 Synthetic
Sertifikasi: API SL

Oli Esso ada 4 tipe :
§ Esso 4T 20W-40, 20W-50 (recommended for engine

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: